Mengenal Hujan


Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakaatuh


Senang bisa kembali ngepost lagi, dan untuk kesekian kalianya gue mau nanya sesuatu kepada kalian " Apa kabarnya? gue harap dalam keadaan sehat wal'afiat, aaammiinnn"

Beberapa waktu terakhir, khususnya di tempat berdomisili gue, Sintang di Kalimantan Barat sering terjadi hujan. 
Kenapa sering terjadi hujan? Ya pastinya kita lagi memasuki musim penghujan, benar gak? benar gak? buktinya aja asap di sini Alhamdulliahhirobbil'alamin sudah hilang tanpa bekas. Cukup ah becandanya heheh...

Kembali ke topik tadi, Kita sedang memasuki musim penghujan. Yaa musim dimana cuaca sehari-hari didominasi mendung,gerimis,hujan sedang,hujan berat,hujan badai dan lain sebagainya.Mendengar kata hujan, apa sih hujan itu? ada yang bilang hujan itu ialah air yang turun dari langit, ini emang benar sih,namun pendapat ini tidak dapat dikatakan ilmiah.
Menurut penjelasan ilmiah, hujan ialah 

Hujan adalah sebuah peristiwa turunnya butir-butir air yang berasal dari langit ke permukaan bumi. Hujan juga merupakan siklus air di planet bumi.
Definisi hujan yang lainnya adalah sebuah peristiwa Presipitasi (jatuhnya cairan yang berasal dari atmosfer yang berwujud cair maupun beku ke permukaan bumi) berwujud cairan. Hujan membutuhkan keberadaan lapisan atmosfer tebal supaya dapat menemui suhu di atas titik leleh es di dekat dan di atas permukaan Bumi.


Jadi telah kita ketahui kan? kalo hujan itu berasal dari atmosfer bumi, dan merupakan siklus air di biogeokimia. Terus siklus air itu gimana? apa-apa aja yang terjadi di siklus air tersebut?
Kita simak ulasan berikut

 


Siklus air atau siklus hidrologi adalah sirkulasi air yang tidak pernah berhenti dari atmosfer ke bumi dan kembali ke atmosfer melalui kondensasi, presipitasi, evaporasi dan transpirasi.
Pemanasan air laut oleh sinar matahari merupakan kunci proses siklus hidrologi tersebut dapat berjalan secara terus menerus. Air berevaporasi, kemudian jatuh sebagai presipitasi dalam bentuk hujan, salju, hujan batu, hujan es dan salju (sleet), hujan gerimis atau kabut.
Pada perjalanan menuju bumi beberapa presipitasi dapat berevaporasi kembali ke atas atau langsung jatuh yang kemudian diintersepsi oleh tanaman sebelum mencapai tanah. Setelah mencapai tanah, siklus hidrologi terus bergerak secara kontinu dalam tiga cara yang berbeda:

  • Evaporasi / transpirasi - Air yang ada di laut, di daratan, di sungai, di tanaman, dsb. kemudian akan menguap ke angkasa (atmosfer) dan kemudian akan menjadi awan. Pada keadaan jenuh uap air (awan) itu akan menjadi bintik-bintik air yang selanjutnya akan turun (presipitasi) dalam bentuk hujan, salju, es.

  • Infiltrasi / Perkolasi ke dalam tanah - Air bergerak ke dalam tanah melalui celah-celah dan pori-pori tanah dan batuan menuju muka air tanah. Air dapat bergerak akibat aksi kapiler atau air dapat bergerak secara vertikal atau horizontal dibawah permukaan tanah hingga air tersebut memasuki kembali sistem air permukaan.

  • Air Permukaan - Air bergerak di atas permukaan tanah dekat dengan aliran utama dan danau; makin landai lahan dan makin sedikit pori-pori tanah, maka aliran permukaan semakin besar. Aliran permukaan tanah dapat dilihat biasanya pada daerah urban. Sungai-sungai bergabung satu sama lain dan membentuk sungai utama yang membawa seluruh air permukaan disekitar daerah aliran sungai menuju laut.
Air permukaan, baik yang mengalir maupun yang tergenang (danau, waduk, rawa), dan sebagian air bawah permukaan akan terkumpul dan mengalir membentuk sungai dan berakhir ke laut. Proses perjalanan air di daratan itu terjadi dalam komponen-komponen siklus hidrologi yang membentuk sistem Daerah Aliran Sungai (DAS). Jumlah air di bumi secara keseluruhan relatif tetap, yang berubah adalah wujud dan tempatnya. Tempat
terbesar terjadi di laut.
Macam-Macam dan Tahapan Proses Siklus Air :

  • Siklus Pendek / Siklus Kecil
1. Air laut menguap menjadi uap gas karena panas matahari
2. Terjadi kondensasi dan pembentukan awan
3. Turun hujan di permukaan laut

  • Siklus Sedang
1. Air laut menguap menjadi uap gas karena panas matahari
2. Terjadi evaporasi
3. Uap bergerak oleh tiupan angin ke darat
4. Pembentukan awan
5. Turun hujan di permukaan daratan
6. Air mengalir di sungai menuju laut kembali

  • Siklus Panjang / Siklus Besar
1. Air laut menguap menjadi uap gas karena panas matahari
2. Uap air mengalami sublimasi
3. Pembentukan awan yang mengandung kristal es
4. Awan bergerak oleh tiupan angin ke darat
5. Pembentukan awan
6. Turun salju
7. Pembentukan gletser
8. Gletser mencair membentuk aliran sungai
9. Air mengalir di sungai menuju darat dan kemudian ke laut

Siklus air merupakan perjalanan air, mulai dari air yang di darat atau diperairan bisa kembali lagi ke tempat asalnya, Masya Allah..
Siklus air sudah, terus apa lagi yang berhubungan dengan hujan? 
*Berpikir*
Nahhhh, gue tau, Hujan Asam.  Apa sih hujan asam itu? ada yang tau? Jujur gue tau kalo udah buka Google, terus search Hujan Asam jadi tau deh, wahhhh.. 
Tapi serius , Hujan asam itu apa? yang gue tau hujan asam itu berbahaya. Hujan ini banyak mengandung bahan-bahan kimia berbahaya yang bergabung di udara atau di atsmorfer pada saat turunnya hujan. Namun untuk lebih jelasnya lagi, dapat kalian lihat pada ulasan berikut

Hujan asam diartikan sebagai segala macam hujan dengan pH di bawah 5,6. Hujan secara alami bersifat asam (pH sedikit di bawah 6) karena karbondioksida (CO2) di udara yang larut dengan air hujan memiliki bentuk sebagai asam lemah. Jenis asam dalam hujan ini sangat bermanfaat karena membantu melarutkan mineral dalam tanah yang dibutuhkan oleh tumbuhan dan binatang.
Hujan asam disebabkan oleh belerang (sulfur) yang merupakan pengotor dalam bahan bakar fosil serta nitrogen di udara yang bereaksi dengan oksigen membentuk sulfur dioksida dan nitrogen oksida. Zat-zat ini berdifusi ke atmosfer dan bereaksi dengan air untuk membentuk asam sulfat dan asam nitrat yang mudah larut sehingga jatuh bersama air hujan. Air hujan yang asam tersebut akan meningkatkan kadar keasaman tanah dan air permukaan yang terbukti berbahaya bagi kehidupan ikan dan tanaman. Usaha untuk mengatasi hal ini saat ini sedang gencar dilaksanakan.
 


Secara alami hujan asam dapat terjadi akibat semburan dari gunung berapi dan dari proses biologis di tanah, rawa, dan laut. Akan tetapi, mayoritas hujan asam disebabkan oleh aktivitas manusia seperti industri, pembangkit tenaga listrik, kendaraan bermotor dan pabrik pengolahan pertanian (terutama amonia). Gas-gas yang dihasilkan oleh proses ini dapat terbawa angin hingga ratusan kilometer di atmosfer sebelum berubah menjadi asam dan terdeposit ke tanah.
Hujan asam karena proses industri telah menjadi masalah yang penting di Republik Rakyat Tiongkok, Eropa Barat, Rusia dan daerah-daerah di arahan anginnya. Hujan asam dari pembangkit tenaga listrik di Amerika Serikat bagian Barat telah merusak hutan-hutan di New York dan New England. Pembangkit tenaga listrik ini umumnya menggunakan batu bara sebagai bahan bakarnya.


Secara sederhana, reaksi pembentukan hujan asam sebagai berikut:






\begin{matrix}
S_{(s)}+O_{2(g)}\rightarrow SO_{2(g)} \\
2 SO_{2(g)}+O_{2(g)}\rightarrow 2 SO_{3(g)} \\
SO_{3(g)} +H_2O_{(l)}\rightarrow H_2SO_{4(aq)}\\
\end{matrix}

Bukti terjadinya peningkatan hujan asam diperoleh dari analisis es kutub. Terlihat turunnya kadar pH sejak dimulainya Revolusi Industri dari 6 menjadi 4,5 atau 4. Informasi lain diperoleh dari organisme yang dikenal sebagai diatom yang menghuni kolam-kolam. Setelah bertahun-tahun, organisme-organisme yang mati akan mengendap dalam lapisan-lapisan sedimen di dasar kolam. Pertumbuhan diatom akan meningkat pada pH tertentu, sehingga jumlah diatom yang ditemukan di dasar kolam akan memperlihatkan perubahan pH secara tahunan bila kita melihat ke masing-masing lapisan tersebut.
Sejak dimulainya Revolusi Industri, jumlah emisi sulfur dioksida dan nitrogen oksida ke atmosfer turut meningkat. Industri yang menggunakan bahan bakar fosil, terutama batu bara, merupakan sumber utama meningkatnya oksida belerang ini. Pembacaan pH di area industri kadang-kadang tercatat hingga 2,4 (tingkat keasaman cuka). Sumber-sumber ini, ditambah oleh transportasi, merupakan penyumbang-penyumbang utama hujan asam.
Masalah hujan asam tidak hanya meningkat sejalan dengan pertumbuhan populasi dan industri tetapi telah berkembang menjadi lebih luas. Penggunaan cerobong asap yang tinggi untuk mengurangi polusi lokal berkontribusi dalam penyebaran hujan asam, karena emisi gas yang dikeluarkannya akan masuk ke sirkulasi udara regional yang memiliki jangkauan lebih luas. Sering sekali, hujan asam terjadi di daerah yang jauh dari lokasi sumbernya, di mana daerah pegunungan cenderung memperoleh lebih banyak karena tingginya curah hujan di sini.
Terdapat hubungan yang erat antara rendahnya pH dengan berkurangnya populasi ikan di danau-danau. pH di bawah 4,5 tidak memungkinkan bagi ikan untuk hidup, sementara pH 6 atau lebih tinggi akan membantu pertumbuhan populasi ikan. Asam di dalam air akan menghambat produksi enzim dari larva ikan trout untuk keluar dari telurnya. Asam juga mengikat logam beracun seperi alumunium di danau. Alumunium akan menyebabkan beberapa ikan mengeluarkan lendir berlebihan di sekitar insangnya sehingga ikan sulit bernapas. Pertumbuhan Phytoplankton yang menjadi sumber makanan ikan juga dihambat oleh tingginya kadar pH.
Tanaman dipengaruhi oleh hujan asam dalam berbagai macam cara. Lapisan lilin pada daun rusak sehingga nutrisi menghilang sehingga tanaman tidak tahan terhadap keadaan dingin, jamur dan serangga. Pertumbuhan akar menjadi lambat sehingga lebih sedikit nutrisi yang bisa diambil, dan mineral-mineral penting menjadi hilang.
Ion-ion beracun yang terlepas akibat hujan asam menjadi ancaman yang besar bagi manusia. Tembaga di air berdampak pada timbulnya wabah diare pada anak dan air tercemar alumunium dapat menyebabkan penyakit Alzheimer.

Di Amerika Serikat, banyak pembangkit tenaga listrik tenaga batu bara menggunakan Flue gas desulfurization (FGD) untuk menghilangkan gas yang mengandung belerang dari cerobong mereka.

 


Sebagai contoh FGD adalah wet scrubber yang umum digunakan di Amerika Serikat dan negara-negara lainnya. Wet scrubber pada dasarnya adalah tower yang dilengkapi dengan kipas yang mengambil gas asap dari cerobong ke tower tersebut. Kapur atau batu kapur dalam bentuk bubur juga diinjeksikan ke dalam tower sehingga bercampur dengan gas cerobong serta bereaksi dengan sulfur dioksida yang ada, Kalsium karbonat dalam batu kapur menghasilkan kalsium sulfat ber pH netral yang secara fisik dapat dikeluarkan dari scrubber. Oleh karena itu, scrubber mengubah polusi menjadi sulfat industri.
Di beberapa area, sulfat tersebut dijual ke pabrik kimia sebagai gipsum bila kadar kalsium sulfatnya tinggi. Di tempat lain, sulfat tersebut ditempatkan di land-fill.

Hujan asam ini mengandung asam lemah ya teman-teman. Namun jangan sepelekan hujan seperti ini, karena akan berdampak buruk bagi kita dan lingkungna serta mahluk hidup lainnya.
Hujan asam dapat mengakibatkan penyakit Alzheimer dan wabah diare pada anak-anak.

Setelah hujan asam, gue bakalan bahas tentang manfaat hujan. Selain menjadi kebutuhan pokok manusia, hujan dapat bermanfaat sebagai :
 Air Hujan untuk Meningkatkan Ekonomi Manusia
Air hujan sangat berpotensi untuk kehidupan manusia termasuk pengaruhnya untuk ekonomi manusia. Secara umum air hujan telah menjadi sumber penting untuk berbagai pekerjaan manusia seperti pertanian, perikanan dan pengolahan sumber daya hutan. Kita tau bahwa manfaat hutan sangat penting untuk kehidupan manusia. Pada musim kemarau panjang manusia akan merasakan kekurangan air yang menyebabkan kegagalan panen pada pertanian. Bahkan kekurangan air hujan sebagai sumber air dalam kehidupan bisa menyebabkan masalah pada perikanan. 
Air Hujan untuk Kehidupan Manusia
Manusia memerlukan air hujan sebagai salah satu sumber kehidupan yang sangat besar. Air hujan yang jatuh ke tanah akan masuk dan meresap menjadi air tanah. Selanjutnya manusia akan memakai air tanah sebagai sumber untuk memasak, mencuci, dan berbagai kebutuhan hidup lain. Air hujan menjadi salah satu komponen sumber air yang paling besar manusia termasuk untuk mendapatkan makanan dari tanaman dan sayuran.

Air Hujan sebagai Sumber Energi untuk Pembangkit Listrik
Pembangkit listrik tenaga air atau sering disebut dengan nama PLTA akan menggantungkan sumber air dari air hujan. Meskipun pada proses PLTA biasanya memakai sumber air secara langsung dari laut atau danau buatan, maka air hujan tetap menjadi pemasok utama. Air hujan yang jatuh ke laut atau danau akan menjadi sumber energi yang sangat penting. Air hujan yang masuk dalam penampungan akan dirubah menjadi sumber listrik dengan beberapa perlengkapan teknologi canggih.
Air Hujan untuk Kehidupan Sumber Perikanan
Ikan adalah salah satu sumber pangan yang penting bagi manusia. ikan menjadi salah satu asupan gizi yang sangat besar. Berbagai jenis ikan yang hidup di air tawar dan air laut memiliki kandungan gizi yang berbeda. Berbagai jeniz zat gizi yang terkandung dalam ikan antara lain adalah protein, lemak, karbohidrat, mineral dan air. Ikan hanya bisa hidup dengan media air baik di laut maupun perairan tawar. Air hujan menyumbang hampir 80 persen pasokan air untuk media kehidupan ikan.
Air Hujan Mengurangi Erosi Tanah
Tanah menjadi tempat kehidupan bagi manusia. struktur tanah membutuhkan air untuk mempertahankan kekuatan tanah. Salah satu bencana yang disebabkan karena menurunnya fungsi kekuatan tanah adalah erosi. Erosi bisa menyebabkan bencana yang sangat besar bagi manusia. hal ini biasanya disebabkan karena penebangan pohon liar dan pembangunan rumah di pegunungan. Pada dasarnya sistem kontruksi tanah dapat bertahan karena tanah menerima air hujan dan mampu menyerap air hujan secara maksimal yang dibantu oleh pohon-pohon. Kekeringan panjang yang disebabkan karena musim kemarau dapat membuat struktur tanah menjadi lebih lemah sehingga tanah mudah longsor. 
Air Hujan Bisa Bermanfaat untuk Kecantikan
Air hujan yang sudah lama turun memiliki berbagai kandungan zat yang sangat baik untuk memelihara kesehatan rambut. Berbagai jenis mineral dimiliki oleh air hujan, selain itu air hujan juga memiliki kadar garam dan ph netral yang sangat baik. Hal ini ternyata membuat air hujan bisa digunakan untuk mempertahankan akar rambut sehingga bisa mencegah masalah rambut rontok. 
Air Hujan Memperbaiki Kualitas Udara bagi Manusia
Air hujan yang turun pertama kali biasanya banyak mengandung kotoran dari berbagai jenis zat polutan. Akibatnya air hujan yang masih awal biasanya sering menyebabkan penyakit pada manusia. namun air hujan yang sudah sering turun ternyata bisa membantu manusia untuk mendapatkan udara yang lebih baik. Berbagai jenis kandungan polutan dalam udara akan dibersihkan oleh air hujan. Hal inilah yang membuat kita bisa menghirup udara segar setelah air air hujan turun. 
Manfaat Air Hujan sebagai Obat
Penelitian air hujan sebagai obat hingga saat ini memang belum dilakukan. Namun beberapa pihak mengatakan bahwa air hujan memiliki kandungan alami yang bisa digunakan sebagai obat. Salah satu pengaruh dari air hujan ini adalah ketika manusia merasa tenang mendengar air hujan yang jatuh ke bumi. Manusia bisa merasakan efek segar dan kehidupan alam dengan cara yang sangat dekat. Pada dasarnya seperti inilah fungsi air hujan yang bisa menjadi obat ketenangan bagi manusia. 
Air Hujan Membantu Pemeliharaan Kesehatan Manusia
Air menjadi salah satu komponen penting bagi manusia. Sekitar lebih dari 73 persen zat yang terkandung dalam tubuh manusia terdiri dari air. Hal inilah yang membuat manusia harus mengkonsumsi air atau minum air dalam jumlah yang cukup untuk mencegah dehidrasi. Air hujan bisa dimanfaatkan oleh manusia menjadi cadangan air minum bersih setelah melalui tahap pemurnian. Cara ini akan mengurangi konsumsi air yang mengandung bahan kimia pada air minum olahan. Air minum yang diolah dari air hujan juga sangat aman dan tidak memiliki kandungan logam sehingga bisa membantu manusia dalam mengelola kesehatan.

Bagaimana air hujan dalam pandangan islam? Alquran setidaknya menyebutkan penamaan hujan ada ada dua, yakni  al-ma’ ath-thahur dan al-ma’ al-furat.  Arti kata dari al-ma’ ath-thahur yaitu air yang suci dan bersih. Ini merujuk ke surah al-Furqan ayat 48.

”Dialah yang meniupkan angin (sebagai) pembawa kabar gembira, dekat sebelum kedatangan rahmat Nya (hujan). Kami turunkan air yang amat bersih dari langit,”.

Para ilmuwan menjelaskan air hujan adalah tetesan air hasil penyulingan yang dibuat oleh Allah SWT atau  al-ma’ al-muqthir.  Air hujan menjadi pembersih dan pembasmi kotoran terbaik yang mampu mensterilkan bumi yang tercemar. Proses jatuhnya air hujan pun cukup rumit. Bahkan, jika dibandingkan dengan penelitian ilmuwan mengenai air jernih, maka air yang paling baik  untuk membersihkan adalah dari air hujan.

Akan tetapi, memang kondisi dan kualitas air hujan saat ini sudah berbeda jauh. Jika dalam Alquran ditegaskan air hujan sangat bersih, maka saat ini akibat pencemaran lingkungan. Sebelum jatuh ke bumi, air hujan telah menghisap material dan menghisap gas sulfurserta zat tambang lainnya seperti timah beracun.

Saat berproses air hujan bercampur dengan zat kimia dan garam yang mengandung material padat. Rasa air hujan pun menjadi tak terasa nikmat untuk diminum. Berbeda dengan air hujan yang telah diserap dalam tanah dan menjadi mata air.

Kedua, air hujan disebut pula dengan istilah al ma’ al-furatAl-ma’ al-furat berarti air segar dan nikmat untuk diminum. Dalam buku yang sama dijelaskan ilmuwan telah meneliti  air hujan dapat memperbarui organ-organ di dalam tubuh daripada air biasa.

Fakta itu seperti diperkuat oleh surah al-Anfaal ayat ke-11.  “Ingatlah ketika Dia menjadikan kamu mengantuk sebagai ketentraman dari Nya dan Allah menurunkan hujan dari langit kepada kalian untuk menyucikan kalian dengan hujan itu dan menghilangkan gangguan-gangguan setan dari kalian, juga untuk menguatkan hati kalian dan memperteguh telapak kaki kalian.”

Ayat  tersebut menjelaskan air hujan adalah air yang ditujukan untuk menyucikan diri. Air hujan juga dapat dijadikan sebagai sumber energi. Air hujan dapat berpengaruh terhadap ketahanan dan kekuatan manusia untuk mengokohkan kedua kakinya ketika menghadapi musuh.

Masyaa Allah, Hujan adalah anugrah dari Allah Swt. Dengan adanya hujan , bumi disterilkan hingga bersih. Namun beranjak perubahan zaman, air hujan menjadi kurang baik untuk kebersihan bumi kita.Akibat pencemaran lingkungan, air hujan jadi kurang layak juga untuk dikonsumsi secara langsung,namun harus terlebih dahulu diolah sedemikian rupa untuk dapat kita minum.

Teman-teman udah pada paham kan mengenai hujan, terus hujan asam, manfaat hujan, dan hujan dalam pandangan islam.
Semoga dengan ulasan tadi dapat bermanfaat bagi kita semua terutama teman-teman yang sedang mencari bahan tugas tentang hujan dan sebagainya. Gue juga mohon maaf apabila ada kata-kata yang salah.
bila ada ulasan yang pengen dibahas di blog ini, jangan sungkan untuk kirim ke hadramisuprayogi@gmail.com atau di Facebook di Hadrami Suprayogi dan Twitter di @HadramiSupra
Jangan lupa kometar,kritik dan saran kalian,karena hal-hal berikut berguna banget bagi gue untuk mengembangkan blog ini.
Sekian yang dapat gue sampaikan, Akhir kata

Wassalamu'alaikum warhmatullahi wabarkaatuh


Sumber : 
http://manfaat.co.id/20-manfaat-air-hujan-bagi-kehidupan-manusia
http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-nusantara/15/04/04/nm8pxk-ini-manfaat-hujan-menurut-alquran 
https://id.wikipedia.org/wiki/Siklus_ai
https://id.wikipedia.org/wiki/Hujan_asam  

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Apa Itu Open Recruitment?

Permasalahan Standar Kompetensi Apoteker dan Studi Kefarmasian

Hibrida : Rekayasa Genetika yang Luar Biasa