Postingan

Coba Baca Yang Lainnya

Pembukaan Sekolah Tatap Muka; Tawuranan

Gambar
Mencari Identitas Diri dengan Tawuran (Sumber : Pixabay ) Sudah hampir satu setengah tahun semua pelajar di seluruh Indonesia dari berabagai tingkatan,  mulai dari sekolah dasar hingga perguruan tinggi merasakan sekolah online atau daring di rumah masing-masing. Beberapa waktu yang lalu, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim merancang untuk memulai sekolah tatap muka di beberapa wilayah dengan kondisi tertentu, seperti kalau di daerah PPKM, maka level PPKM haruslah level 1 hingga 3, serta sekolah harus sudah siap dalam menyiapkan protokol kesehatan dan aturan-aturan lainnya. Lebih lengkapnya, dilansir dari Vice.com   peraturan lebih lengkap dalam menyelenggarakan sekolah tatap muka diantaranya kapasitas kelas harus setengahnya, lalu pemerintah daerah harus mengawasi jalannya sekolah tatap muka, dan semuanya dikembalikan lagi kepada siswa dan walinya apakah bersedia ikut sekolah tatap muka atau tidak. Setelah aturan sudah siap, akhirnya tibalah waktu untuk memulai sekolah tat

Susahnya Ngumpul dengan yang Beda Frekuensi

Gambar
Kita pastinya punya teman yang sering diajak ngumpul bareng, dan ada kalanya kita juga punya teman yang jarang banget ngumpul sama kita namun kita dihadapkan dengan situasi dimana kita harus membaur kepada mereka. Pastinya susah banget kan. Menurut saya pribadi pastinya susah. Saya sendiri pernah mengalaminya, sering mengalaminya, dan sedang mengalaminya. Punya teman yang satu pemikiran dengan kita memang asik, saya jamin 100%. Bahkan, punya teman yang seperti itu, bisa menambah persentase umur pertemanan seseorang, hal tersebut berdasarkan analisis pribadi. Kalau sedang ngumpul, pasti hal apapun yang diomongkan langsung nyambung di otak kita. Namanya juga sudah satu frekuensi kan, jadi setiap hal yang diomongin pasti tetap bakalan nyambung dan langsung klop aja gitu dengan pembahasan dalam tongkrongan. Tapii,, seperti yang saya katakan sebelumnya, ada kalanya kita terjebak atau terpaksa untuk bergabung atau terjerumus ke dalam circle pertemanan yang tidak satu frekuensi dengan kita. M

Elon Musk dan Kehebohannya

Gambar
( https://pixabay.com/id/illustrations/elon-musk-ruang-elon-spacex-tesla-6222396/ ) Siapa yang tidak kenal dengan tokoh teknologi yang satu ini, Elon Musk. Musk, atau Elon, adalah salah satu orang yang berkecimpung di dunia teknologi dan menjadi salah satu orang terkaya di dunia. Elon Musk yang lahir di Pretoria, Afrika Selatan pada 28 Juni 1971 sudah melalang buana dalam dunia teknologi, mulai dari mendirikan platform pembayaran Paypal, perusahaan aero-space Space X, dan perusahaan mobil inovatif di dunia yaitu Tesla Motor. Pembahasan kali ini, tidak akan membahas sejarah Elon Musk dalam mendirikan berbagai start-up teknologi tersebut, namun kita akan lebih membahas mengenai sepak terjangnya dalam membuat heboh dunia belakangan ini. Menurut saya pribadi, Elon Musk adalah orang yang cukup sensasional, dibalik pencapaiaanya yang mentereng. Dalam beberapa tahun terakhir, peristiwa yang dibuat oleh Elon Musk heboh di jagat maya. Beberapa peristiwa heboh yang pernah terjadi diantaranya

Berkirim Pesan Lebih Baik Daripada Menelpon??

Gambar
  Sumber :  https://pixabay.com/id/photos/iphone-smartphone-apps-apple-inc-410324/ Pernahkah kalian mencoba kembali mengingat, waktu kalian sekolah (mungkin sekitaran tahun 2000 – 2010 mungkin) dulu sering ngirim SMS atau sering nelpon ketika berkomunikasi dengan orang-orang sekitar. Mungkin sebagian kalian ada yang merasa bahwa dengan SMS atau chatting adalah pilihan pertama dalam berkomunikasi, dan ada pula yang sebaliknya. Well, itu merupakan pilihan kalian di masa-masa sekolah ya, tapi coba bandingkan dengan zaman sekarang, yang notabene perkembangan teknologi semakin baik dan mempuni. Namun, ditulisan ini saya tak akan membahas mengenai kelebihan teknologinya, tapi yang akan saya bahas adalah dari segi teknik berkomunikasi, antara berkirim pesan ( chatting ) atau langsung secara audio, baik telepon maupun video call. Beberapa orang ada yang lebih senang dalam melakukan kirim pesan ketimbang suara. Mereka lebih mudah untuk memikirkan apa yang akan mereka kirim kepada lawan bicara

Tugas Akhir : Corona Tak Akan Menghalangi !!

Gambar
  Sumber :  https://pixabay.com/id/photos/wisuda-remaja-sekolah-tinggi-995042/ April 2020, saya akhirnya meninggalkan Yogyakarta dengan bekal berupa proposal skripsi yang harus dilakukan penelitian secepatnya. Saya berpikir, bagaimana saya akan melanjutkan penelitian ini, sehingga nasib skripsi saya dipertaruhkan disini.Ketika saya pulang ke rumah, kembali saya dihantui bagaimana melanjutkan penelitian ini. Beberapa teman-teman saya ada yang berinisiatif untuk merubah jenis penelitian mereka menjadi membuat artikel atau mereview jurnal menjadi skripsi. Namun, hal tersebut perlu effort yang cukup tinggi dikarenakan harus memindai dan meringkas sekitar 40 jurnal yang berkaitan. Saya sangat terkejut mendengar jumlah jurnal yang harus diteliti. Saya memutuskan untuk mencoba tetap melanjutkan penelitian. Pengerjaan revisi nama dan tempat penelitian melalui jalan yang cukup lama. Setelah melewati revisi dan penentuan sampel, bulan Juni 2020 penelitian saya pun dimulai. Penelitian saya berj

Tugas Akhir : Cerita Dimulai

Gambar
  Sumber :  https://pixabay.com/id/photos/buku-ilmu-rak-perpustakaan-baca-408220/ Halo para pembaca semua, sudah lama saya tidak menyapa teman-teman pembaca di setiap artikel yang saya buat, terlebih artikel-artikel terbaru yang saya bagikan disini. Mungkin ini adalah tulisan yang menurut saya tidak terlalu berat, kalian bisa membacanya selagi beraktivitas. Tidak perlu berpikir terlalu keras, justru kalian diminta untuk santai dan scroll-scroll aja ke bawah. Artikel kali ini lebih kepada pengalaman saya selama setahun ini, terutama saya yang merupakan mahasiswa tingkat akhir dalam mengerjakan tugas akhir (yang belum tentu ini menjadi akhir dari studi yang saya lakukan), dan pastinya teman-teman pembaca ada yang sudah merasakan hal ini mungkin bisa di bagikan pengalamannya di kolom komentar. Bagi yang belum, silahkan disimak untuk pembelajaran kalian ya. Awal tahun merupakan sedikit permulaan menggarap skripsi. Dimulai dari pembuatan proposal skripsi, melalui banyak revisi yang membu

Disiplin yang Dipaksa

Gambar
Kehidupan kampus berbeda dengan kehidupan pendidikan di tingkat sekolah atau paling dekat adalah SMA. Perguruan Tinggi mendidik mahasiswanya untuk bisa menjadi orang yang dapat berguna dan bermanfaat bagi orang banyak, berprilaku yang sesuai dengan tingkat pendidikannya, menjadi orang yang kritis akan perubahan yang sedang terjadi, dan masih banyak hal yang dididik dalam perguruan tinggi. Mahasiswa yang diagungkan dengan kata “Maha” didepan kata “Siswa” harusnya sudah bertindak dan berprilaku sesuai dengan nama “Mahasiswa” yang diembannya olehnya. Namun, melihat realita yang masih berlangsung di kehidupan kampus, rasanya beberapa oknum “Mahasiswa” masih belum menunjukkan hal yang tadi telah saya sebutkan. Ada salah satu sikap yang mungkin diajarkan sejak dini, dimana sikap ini sangat bermanfaat buat kita semua karena akan berdampak positif bagi diri kita sendiri, terutama untuk menteraturkan diri sendiri. Sikap tersebut adalah “Disiplin” . Membahas mengenai disiplin, sekarang coba ki

Anak dan Remaja; Target Empuk Industri Rokok

Gambar
Generasi muda menjadi target pasar baru industri rokok ( sumber :  lentaraanak.org ) Anak-anak dan remaja adalah generasi penerus bangsa. Sebagai generasi penerus bangsa, kita diharuskan untuk menjaga diri kita, terutama kesehatan kita sendiri. Tubuh yang sehat dan kuat, akan membuat kita berkembang menjadi manusia yang kritis dan bermanfaat untuk sesama. Namun, semakin hari, anak-anak dan remaja terjerat dalam suatu lingkaran setan, yaitu rokok. Cukup mengkhawatirkan sebenarnya, karena berdasarkan Riset Kesehatan Dasar Nasional pada tahun 2018, jumlah perokok anak usia 10-18 tahun meningkat mencapai 9,1 persen atau sama dengan 7,8 juta anak. Angka yang sangat mengkhawatirkan bukan? Sementara itu, Indonesia pada tahun 2015 saja telah menyumbang 230 ribu kematian akibat mengkonsumsi produk tembakau setiap tahunnya. Kanker Paru merupakan penyakit dominan yang faktor resikonya disebabkan oleh rokok. Tak elak, rokok malah menyebar di kalangan anak-anak dan remaja. Nahh,, sebenarnya dibalik

Menyambut Kenormalan yang Baru

Gambar
Epidemik Covid-19 yang sudah lama mewabah di semua belahan bumi ini membawa dampak yang sangat signifikan kepada kita semua, umat manusia. Aktivitas kita yang dulunya dianggap lumrah dan normal berubah seketika covid menyerang. Kenormalan tersebut direvisi oleh sebuah wabah pandemik. Dulu yang kita kemana-mana tidak peduli akan masker dan cuci tangan, sekarang kemana-mana harus bermasker, kemudian setelah berpergian atau sebelum berangkat keluar musti cuci tangan dahulu, dan lain-lain. Kalau tidak melakukan itu, orang sekitar pasti mengganggap hal tersebut tidak sesuai dengan kenormalan yang berlaku sekarang, bahkan menimbulkan persepsi negatif kepada orang-orang yang tak menggunakan masker ketika berada di luar ruangan. Apalagi ditambah Hari Raya Idulfitri, dimana di daerahku ada tradisi dimana kita berkunjung ke rumah keluarga, teman-teman, tetangga, bahkan guru-guru semasa sekolah. Masalahnya adalah, hal tersebut dilakukan dengan mengumpulkan banyak orang di satu rumah. Mungkin saja

Corona Tiba di Indonesia; Masyarakat Panik Higienitas

Gambar
Coronavirus Mewabah sumber :  https://pixabay.com/id/illustrations/coronavirus-virus-penjaga-mulut-4817450/ Negara kita tercinta, Indonesia bulan Maret ini kedatangan tamu yang tak diundang. Virus Corona atau nama resminya adalah Covid-19 sudah tiba di Indonesia. Senin lalu, 2 Maret 2020, Presiden Joko Widodo mengumumkan secara resmi bahwa terdapat 2 pasien positif virus corona yang berasal dari Depok, Jawa Barat. Pasien tersebut dirawat di RSPI Sulianti Saroso, Jakarta Utara. Selama hampir satu minggu, kasus Corona telah bertambah menjadi 19 kasus -ketika tulisan ini dirilis, namun bisa bertambah. Kasus tambahan yang lain, tidak terlalu jauh hubungannya dengan kasus-kasus sebelumnya. Walaupun, ada beberapa kasus yang merupakan kasus kiriman dari luar negeri seperti yang dilansir dari kompas.com . Kasus corona yang telah mewabah di Indoensia, membuat banyak masyarakat yang panik. Kepanikan tersebut membuat banyak perlengkapan kesehatan seperti masker dan hand sanitizer ban