Setahun

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuhu

Apa kabar teman-teman pembaca setia?? Gue harap, diakhir pekan ini, kalian menikmati libur dengan nyaman,aman, dan pastinya sehat wal'afiat. Aamiinn

Sudah hampir mau setahun juga gue ninggalin tanah kelahiran gue. Gak kerasa yaa udah setahun. Dan, gak kerasa juga gue udah kenal dia selama setahun. Setahun mungkin bagi gue waktu yang lama, namun mungkin bagi banyak orang setahun bisa jadi hanya seumur jagung atau seumur.... apalahhh, gue juga kagak tau. *Wkkwkwk*

Ninggalin tanah kelahiran untuk menggali ilmu dan menggapai cita-cita disini adalah suatu tujuan mulia. Selama kita bisa dan masih mampu untuk meraih itu semua, Allah akan beri jalan buat kita tuk menggapainya.
Setahun sudah gue berkuliah di Universitas Islam Indonesia. Menghadapi pelajara-pelajaran yang begitu rumit, mengahadapi berbagai praktikum, dilanjutkan dengan pembuatan laporan yang kadang menumpuk, dan problematika yang lainnya. 

Teman-teman gue banyak yang berhasrat untuk pindah. Pindah mencari tempat yang baru, sesuai cita-citanya. Ada juga yang sudah pindah, ninggalin begitu aja teman-temannya disini. Bagi yang sudah pindah, semoga cita-citamu yang kau dambakan terwujud, sementara yang pengen pindah , gue harap kalian pertimbangkan lagi, masak kalian mungkin menyia-nyiakan ini begitu saja. Masih banyak teman-teman lain di luar sana pengen di posisi kalian. Pengen merasakan bangku kuliah. Jadi harapannya, kalian tidak pergi begitu saja. Pikirkan lagi.

Udah setahun juga, gue kenal sama dia *Mengulangi kata-kata yang tadi* . Orang yang kadang bikin kangen, pengen pulang cepat--cepat. Diselingi dengan berbagai kegiatan , tak luput pula kita saling kasi kabar, bagaimana kesibukan kita di hari itu. Hanya lewat "GARIS" (red:LINE) kita bisa komunikasi. Kadang kita suka ketawa sendiri tanpa sebab. Hanya melihat wajah masing-masing aja bisa ketawa. Walaupun gue lebih suka kita ketawa bareng berhadap-hadapan. Kadang mengingat, kita pernah ke sini bareng, kita pernah ke sana bareng. Sekarang kita pasang planning, bakalan kemana kita nanti. Gue harap gue bisa tepat waktu buat ngerealisasikannya. 

Gue ingat juga, gue pernah bikin dia ngambek semalaman. Gue merasa bersalah. Kata-kata yang keluar dari mulut gue yang salah. Mungkin gue pada saat itu merasa kehilangan sekali. Walaupun begitu, gue gak bakalan ngulangin tuk sekian kalinya.

Ingat pada saat itu, dia jemput gue. Dia waktu itu jemput gue di rumahnya ijul. Gue pergi bareng dia. Kita makan es krim di salah satu tempat makan desert terkenal di Pontianak. Ingat, waktu itu HP kita sama-sama baru juga. Suatu kebetulan atau gimana, gue juga gak tahu.. 

Gue selalu yakinkan diri sendiri, Gue pasti bisa pulang, pasti bisa. Gue pasti bisa bertemu dia. Gue sabar menanti waktu libur datang. Saat itu juga kesabaran gue terbalas dengan waktu pulang libur semester 1 yang lalu. Akhirnya kita bisa bertemu setelah 6 atau 7 bulan tak pernah bertemu. Bahkan sejak gue kenal sama dia, waktu itu emang mau ketemuan sama dia, namun cuaca tak mendukung dan dia keburu pulang ke daerahnya. Kalo diingat waktu itu setelah SBMPTN dan dia sedang mengurus hasil SNMPTNnya. Sebenarnya kami sudah janjian sebelumnya bakalan ketemuan, yaa itu tadi... cuaca berkata lain. 

Bagi gue setahun itu lama. Lama banget. 

Menanti... menanti, dan menanti

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Apa Itu Open Recruitment?

Permasalahan Standar Kompetensi Apoteker dan Studi Kefarmasian

Hibrida : Rekayasa Genetika yang Luar Biasa