Ketegasan Bangsa Dipertanyakan

Assalamu'alaikum Warahmatullahiwabarakaatuh

Lagi, lagi, dan lagi.
Malaysia berulah kembali. Hampir beberapa waktu tak mendengar Malaysia berulah, kali ini diajang event tingkat ASEAN, yap SEA Games 2017. Baru-baru ini Malaysia kembali menguji ketegasa kita sebagai bangsa Indonesia. Masalahnya dimulai saat pembukaan Sea Games 2017 yang berlangsung di Kuala Lumpur,Malaysia. Tahun ini Malaysia jadi tuan rumah. Pada sebaran buku panduan SEA Games 2017, pada bagian negara-negara yang menjadi tuan rumah Sea Games, terdapat kesalahan pada warna bendera Indonesia. Warna bendera Indonesia dibuat TERBALIK. 


Sumber : Pos Belitung - Tribunnews.com

Menanggapi masalah tersebut, Pemerintah Malaysia meminta maaf kepada Indonesia atas tampilan bendera Indonesia terbalik di buku suvenir SEA Games 2017. Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Malaysia Khairy Jamaluddin mengakuinya sebagai kesalahan besar. Jamaluddin secara resmi menyerahkan surat permintaan maaf kepada Menpora Indonesia Imam Nahrawi saat bertemu di sebuah hotel, kemarin. (Sumber: https://international.sindonews.com/read/1232272/40/gambar-bendera-indonesia-terbalik-malaysia-sebut-kesalahan-besar-1503284391 


Sumber : Wikipedia

Pemerintah Indonesia, melalui Menpora Imam Nahrawi menerima permintaan maaf dari Malaysia. Bahkan Imam Nahrawi langsung datang ke Malaysia untuk menghadiri konfrensi Pers yang membahas tentang kasus tersebut. Imam Nahrawi mungkin datang ke Malaysia untuk memantau jalannya pertandingan kontingen Indonesia di beberapa cabang olahraga.



Kejadian tak mengenakan juga terjadi kembali. Pada saat pertandingan sepak takraw puti antara Indonesia dan Malaysia, yang pada saat itu Indonesia telah memimpin unggul. Namun Indonesia memilih Walk Out atau meinggalkan lapangan karena kebijakan wasit yang tak adil. Pada saat Indonesia melkukan servis, servis tersebut dianulir wasit dan berujung pelanggara. Hal itu berdampak pada poin Malaysia yang mengalami peningkatan. Hal itu juga yang memicu penolakan keras oleh pemain dan official Indonesia. Mereka langsung melakukan Walk Out. Aksi tersebut dilakukan karena kita tak mau dicurangin oleh wasit, dan lebih baik kita kalah terhormat daripada menang dengan cara curang. Suatu kondisi yang berjalan tak sportif.

Imam Nahrawi memberika semangat dan dukungan moril
kepada punggawa timnas takraw putri
Sumber : Tribun Style - Tribunnews.com

Disisi lain, tanggapan lain yang intinya hampir sama yaitu Presiden kita , Joko Widodo. Joko Widodo atau Jokowi, menanggapi hal tersebut dengan tanggapan "Kita menunggu permintaan maaf dari Malaysia". Hal ini menimbulkan beberapa reaksi dari rakyat Indonesia dan netizen. Rakyat dan Netizen menyayangkan tanggapan Pak Jokowi tersebut. Mereka beranggapan Indonesia sudah lama diinjak-injak oleh Malaysia. Mereka mempertanyakan Ketegasan Indonesia. Dimana ketegasan tersebut?



Jokowi mengatakan, pemerintah Indonesia sangat menyesalkan kejadian tersebut. Namun demikian, Jokowi juga meminta masalah ini tidak dibesar-besarkan.
"Kita menunggu permintaan maaf dari pemerintah Malaysia, karena ini menyangkut sebuah kebanggaan, nasionalisme dari bangsa kita Indonesia," ujar mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut. (Sumber: http://nasional.kompas.com/read/2017/08/20/11255141/jokowi-tunggu-permintaan-maaf-malaysia-terkait-bendera-yang-dicetak-terbalik )

Seharusnya, menurut tanggapan saya, *Sekali-kali formal dulu lah, wkwkw* Pemerintah Indonesia harusnya lebih tegas lagi, lebih bisa memberikan reaksi yang dapat membuat mereka jera. Sudah lama Indonesia diijak-injak,baik secara sosial maupun budaya. Banyak klaim budaya yang dilakukan Malaysia terhadap kita. Hal ini terjadi pada saat pembukaan SEA Games 2017 kali ini. 

Yang menarik adalah saat lagu Rasa Sayange juga diperdengarkan di acara pembukaan ini. Sebelumnya, lagu sempat mengundang kontroversi.
Beberapa waktu berlalu, Malaysia mengklaim lagu dari Kepulauan Maluku. Pemerintah Malaysia berdalih lagu Rasa Sayange telah ada dan dikenal sejak lama. Lagu ini lantas dianggap menjadi lagu rakyat Negeri Jiran. (Sumber:http://bola.liputan6.com/read/3063803/lagu-rasa-sayange-muncul-di-pembukaan-sea-games )

Sekali lagi, Indonesia.. Dimana Ketegasanmu?? Dimana ketegasan yang telah dibangkitkan oleh Soekarno dikala kita masih berusaha untuk mempertahankan kemerdekaan ini..? Akankah Indonesia masih mau menjadi bahan injak-injakan Malaysia?? disini saya buka memprovokasi, namun ada lebih baiknya kita sebagai bangsa Indonesia bangkit, sudah lama juga kita tertindas oleh tetangga sebelah. Sebenarnya siapa yang memulai, Malaysia atau kita? Bila ditanya hubungan diplomatik sudah tentu Indonesia mungkin lebih memilih polotik damai, namun ada baiknya diberikan beberapa hal yang dapat mendatangkan jera untuk Malaysia. 

Ingat bahwa bangsa ini Berusia 72 Tahun. Ingat kembali para pejuangmu yang telah memperjuangkan kemerdekaan ini untuk kita semua. Ingat ketika Malaysia yang didalangin oleh Inggris ingin memisahkan diri dari Indonesia. Presiden Soekarno dengan slogan "Ganyang Malysia" langsung melakukan invasi ke Malaysia. Namun, permasalahan itu langsung dilanjutkan dengan jalan perundingan. Dan hasilnya Malaysia melepaskan diri dari Indonesia.

Sekali lagi, kami sebagai rakyat Indonesia, tidak mau diijak-injak harkat dan martabat diri sebagi bangsa yang berdaulat. Karena kami wajib membanggakan dan mengahrumkan negeri ini, dan juga wajib membelanya. Harapannya untuk kontingen Indonesia di Malaysia, bawalah medali emas dan jadilahh juara umum, kobarkan semangat juangmu, jangan lelah dan getir dengan mereka. Kita adalah bangsa yang kuat. Yang memiliki tekad dan semangat juang yang telah diwariskan oleh para leluhur dan pejuang bangsa ini.

Ketegasanmu adalah nyawa bagi kami, Bangsa Indonesia

Wassalamu'alaikum Waramatullahiwabarakaatuh

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Apa Itu Open Recruitment?

Hibrida : Rekayasa Genetika yang Luar Biasa

Permasalahan Standar Kompetensi Apoteker dan Studi Kefarmasian