Fenomena Kids Jaman Now, Buruk kah?

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh

Apa kabar pembaca? udah lama gue nggak menyapa kalian melalui tulisan ini. Gue udah berapa lama gak nulis, mungkin disebabkan banyak hal, dimana gue juga pengen ngisi ini blog dengan tulisan gue.. dan baru kesampaian sekarang.

Sumber : Google.com

Mungkin buat kalian yang sering pantengin sosial media, seperti instagram, twitter dan facebook, nggak heran dengan fenomena yang satu ini. Bisa dibilang fenomena ini udah hampir menyelimuti tanah air kita, Indonesia. Fenomena ini merambah dari mulai anak-anak SD hingga SMP, dan terkadang merambah ke anak SMA. Fenomena ini yang dinamakan Fenomena "Kids Jaman Now" .

Kids Jaman Now bisa dibilang suatu fenomena karena sangat viral di dunia maya. pelaku utamanya  biasanya anak-anak yang mungkin nggak tau usia. Melihat anak SD udah gandeng-gandengan, melihat anak SMP yang ngerokok, dan melihat anak SMA yang udah main "Brem-brem"- an duluan, sangat miris bila kita berkaca dengan generasi dibawahnya. Apakah fenomena ini buruk bagi generasi sesudah kita? Jawabannya ialah "YA" .

Kenapa gue berani bilang buruk? karena gue udah mendengar dan melihat kelakuan anak-anak generasi dibawah gue. Sepengetahuan gue, anak-anak dibuat enjoy, anak-anak dibuat nyaman dengan fasilitas yang orang tuanya berikan dan menganggap itu adalah miliknya dan anak akan menganggap itu adalah suatu kebebasan untuk melakukan hal-hal yang ia inginkan.

Hal ini tentunya akan menurunkan kualitas generasi yang akan melanjutkan tongkat estafet pemimpin bangsa. Generasi dibawahnya sudah sebegitunya, akan susah untuk memperbaikinya. Mungkin ada cara lain untuk memperkbaikinya, namun caranya akan sedikit lebih lama. 

Kembali ke kemana anak itu dilahirkan, yap orang tuanya. Orang tua memiliki peran yang sangat penting untuk mendidik anak-anaknya. dari dia lahir, sampai besar dan mandiri nantinya. Orang tua berhak menanamkan budi pekerti yang luhur dan sopan, serta tanamkan kepada anak nilai-nilai agama yang dianutnya. Jangan sampai melalaikan ibadah dikala kehidupan dunia yang menggoda ini.

Kemudian jangan gegabah memberikan fasilitas kepada anak-anaknya. Ketika anak belum siap jangan berikan. Sebenarnya sebagai orang tua mungkin memliki rasa iba ketika anaknya meminta suatu gadget atau fasilitasnya dengan cara menangis, namun orang tua harus bisa meyakinkan anaknya, bahwa dirinya belum siap diberi tanggung jawab yang besar untuk mendapatkan fasilitas tersebut.

Setelah orang tua, berlanjut kepada lingkungan si anak, yaitu teman-temannya. Terkadang teman-teman adalah suatu dilema tersendiri bagi orang tua. Disaat anak jauh dari mereka, mereka cemas, khawatir akan kondisi anaknya, bermain dengan siapa ia, apa yang ia lakukan, dan hal lain sebagainya. Maka dari itu, lingkungan pertemanan si anak harus bisa difilter sedemikian rupa oleh orang tuanya. 

Kemudian dapat disimpukan bahwa, fenomena ini Buruk bila tidak dilakukan pengawasan kepada anak-anak. Bila dikukan pengawasan secara intensif dan mendalam, maka akan didapat kids jaman now yang berkualitas (Berkualitas, hahaha, upss).

Mungkin sekian yang dapat gue sampaikan, kurang lebihnya gue mohon maaf
Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Apa Itu Open Recruitment?

Hibrida : Rekayasa Genetika yang Luar Biasa

Permasalahan Standar Kompetensi Apoteker dan Studi Kefarmasian